UTS Pencak Silat

Muhammad Aghniyaa-u Romadlon

20060484064 / 2020 B    

PAKET 5

Pada bela diri pencak silat, sikap merupakan hal yang penting sekali dalam mengambil gerak-gerak selanjutnya. Sikap dan gerak akan mempengaruhi bentuk-bentuk pembelaan dan serangan. Dalam pencak silat, dikenal istilah jurus, jurus adalah dasar pencak silat yang merupakan senjata anatomi tubuh untuk mempertahankan diri dan batas serangan. Antara penyerang dan yang mempertahankan saling menggunakan jurus-jurusnya. Sikap dan gerak itu nanti mempengaruhi juga posisi. bila posisi atau kedudukan sikap kita baik, mudah untuk memunahkan serangan lawan dengan jurus-jurus yang kita kehendaki.

    Sebaliknya bila posisi atau kedudukan kita kurang baik, sukar untuk melaksanakan gerakan dengan baik. Bila kita mempunyai posisi yang baik akan lebih menguntungkan, lebih banyak kemungkinan melindungi bagian yang lemah dari tubuh kita sendiri dan dapat membatasi menyerang bagian-bagian yang lemah dari lawan. Sebaliknya bila posisi lemah atau kurang baik, kita mudah diserang bagian-bagian lemah kita, sehingga posisi kita rusak, sikap dan gerak kita kacau dan kurang terkendali.

    Pencak silat yang baik selalu berupaya agar pihak lawan selalu berada dalam posisi kedudukan yang tidak baik, misalnya dengan sikap dan gerak tipu menghilangkan keseimbangan lawan, sapuan kaki, ungkitan terhadari lawan dan sebagainya. Sikap dan gerak sebagai dasar pencak silat harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

 1. Sikap Dasar Pencak Silat.

Pembentukan sikap merupakan dasar dari pembentukan gerak yang meliputi sikap jasmaniah dan rohaniah. Sikap jasmaniah, ialah kesiapan fisik tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan dengan kemahiran teknik yang baik. Sikap rohaniah, ialah kesiapan mental dan pikiran untuk melakukan tujuan dengan waspada, siaga praktis dan efisien.

a. Sikap berdiri.

Sikap berdiri pada pencak silat garis besarnya ada tiga sikap, antara lain :

1) Sikap berdiri tegak

2) Sikap berdiri kangkang

3) Sikap berdiri kuda-kuda.


1) Sikap berdiri tegak.

- Badan tegak lurus, pandangan ke depan, bahu, dada, perut wajar, rilex.

- Tumit rapat, telapak kaki membuat sudut 90 derajat.

- Berat badan pada kedua kaki

- Bernafas wajar, melalui hidung.

Sikap berdiri tegak sesuai dengan sikap kedua tangan dapat dibedakan menjadi 4 (empat) sikap tegak :- Sikap tegak 1, kedua lengan dan tangan lurus di samping.

- Sikap tegak 2, kedua tangan mengepal berada di pinggang

- Sikap tegak 3, kedua tangan mengepal di dada

- Sikap tegak 4, kedua tangan silang di dada


            Sikap tegak 1                        Sikap tegak 2                        Sikap tegak 3


            Sikap tegak 4

Sikap tegak 1 digunakan untuk :
     Sikap siap, pada waktu berbaris
     Melakukan pemusatan diri, berdoa
     Sikap awal melakukan gerakan
Sikap tegak 2 dan 3 digunakan untuk :
     Sikap awal melakukan gerakan dasar
     Sikap awal melakukan elementer.
Sikap tegak 4 digunakan untuk :
     Sikap awal melakukan gerakan teknik
     Sikap awal melakukan sambung/bertanding

Sikap salam atau hormat
Dari sikap tegak 1, kemudian dua telapak tangan merapat di depan dari a disertai dengan anggukan kepala, kemudian kembali ke sikap tegak 1 lagi

Sikap Salam/Hormat
Sikap hormat dilakukan pada waktu :
a. Setiap awal dan akhir pelajaran/latihan kepada guru pelatih.
b. Memberi salam kepada teman.
Memakai dan mengakhiri permainan/pertandingan.

Sikap bersyukur/berdoa/memusatkan diri.

Merentangkan kedua lengan ke atas, pandangan ke atas menjelang sikap berdoa rapatkan kedua telapak tangan di atas kepala turunkan di depan dari a, menundukkan kepala dilanjutkan sikap berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sikap berdoa dapat juga dengan mengambil sikap tegak 1 menundukkan kepala ke bawah





Sikap istirahat
Dengan merentangkan kaki kiri ke samping, pergelangan tangan kiri dipegang tangan kanan, ibu jari melingkar. Dan sikap istirahat ke sikap tegak 1, kaki kiri dirapatkan ke kaki kanan. Sikap istirahat ini dilakukan pada waktu mendengarkan petunjuk atau petuah guru. Konsentrasi dan indera dipasang baik-baik.





2) Sikap berdiri kangkang
    Sikap berdiri kangkang adalah sikap dasar untuk langkah dan kuda-kuda. Titik pertemuan garis-        garis sikap menunjukkan fisik berat badan, agar kedua kaki sama simetris. Cara mengambil sikap        dengan :
         merentang kaki kiri ke kiri, atau merentangkan kaki kanan ke kanan, atau
         loncatan kecil merentangkan kedua kaki langsung membentuk sikap kangkang





Latihan sikap berdiri kangkang, dimulai dari sikap tegak 1, melaksanakan sikap kangkang tiga cara ganti berganti pandangan tetap ke muka. kedua tangan mengepal berada di pinggang.

3) Sikap berdiri kuda-kuda

Kuda adalah posisi tertentu, sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan balas serang. Masalah posisi dalam pencak silat, pada hakikatnya sebagian besar adalah masalah kuda-kuda. Banyak ragam bentuk kuda-kuda, setiap kedudukan kaki dinamai kuda-kuda. Pada waktu melakukan kuda-kuda keseimbangan badan penting sekali, karena bila keseimbangan bar' kita tidak benar, akan mudah jatuh, lebih-lebih bila yang menyerang itu melakukan dengan tenaga yang kuat.

Perlu kita ketahui adanya dua macam keseimbangan badan yaitu keseimbangan badan dalam keadaan berhenti dan dalam keadaan bergerak. Pada keseimbangan badan yang bergerak itu tidaklah mungkin, dan tidaklah tepat bila kedudukan kaki dilaksanakan sekuat-kuatnya, karena tidak akan mampu atau sukar melakukan gerak yang efektif.

Dalam sikap kuda-kuda, badan dalam keadaan seimbang; tetapi dapat mudah bergerak. Hal ini berkaitan dengan kepentingan bagi posisi kita baik dalam keadaan berhenti, maupun dalam keadaan kita bergerak.

Sikap berdiri kuda-kuda terdiri :

a) Kuda-kuda depan

b) Kuda-kuda belakang

c) Kuda-kuda tengah

d) Kuda-kuda samping

e) Kuda-kuda silang, terdiri dari :

        a) Kuda-kuda depan

Untuk melatih kuda-kuda depan, kita pergunakan garis 8 penjuru mata angin. Dimulai dari berdiri di tengah-tengah titik 0. Bergerak kaki kiri dulu atau kanan, berat badan dilimpahkan pada arah depan, jadi titik berat badan berada sedikit pada kaki depan.



Kuda-kuda Depan dengan Maju/mundur

Dan sikap awal tegak 2, geser kaki kanan ke depan menjadi kuda-kuda depan, tarik kaki kanan kembali sikap semula. Geser kaki kiri ke belakang menjadi kuda-kuda depan dengan mundur tarik kaki kiri ke depan kembali sikap semula, sikap tegak 2. Pada dasarnya sikap kuda-kuda depan di mulai dari sikap awal sikap tegak 2, kemudian kaki kiri atau kaki kanan digeser ke arah sesuai dengan arah delapan penjuru mata angin (lihat gambar 7).

Setelah kaki berhenti melangkah/bergeser titik berat badan harus tetap di tengah, tidak bergoyang-goyang, kaki belakang di tekuk sedikit, tidak boleh lurus.



        b) Kuda-kuda belakang
Berat badan kuda-kuda belakang dilimpahkan pada kaki belakang. Tumit yang dipakai tumpuan segaris tegak dengan panggul kita. Badan jangan condong ke belakang atau ke depan, demikian juga jangan miring kiri atau ke akan kaki depan menapak tumit atau ujung kaki saja. Kuda-kuda belakang banyak terpakai, yaitu dipakai untuk mengelak, menghindar. Selain untuk mengelak terhadap serangan lawan kuda-kuda belakang juga berguna untuk menyerang.

 

Dari sikap awal sikap tegak 2, kaki kiri mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda belakang, kembali ke sikap tegak 2 pada titik 0. Demikian juga bila kaki kanan mundur ke belakang membuat posisi kuda-kuda belakang. Bila mundur serong kiri belakang atau serong kanan belakang membuat posisi kuda-kuda belakang.

c) Kuda-kuda tengah.
Kuda-kuda tengah adalah kuda-kuda yang kuat, banyak dilakukan pada serangan atau tangkisan yang agak rendah. Pada kuda-kuda tengah keseimbangan badan ada di tengah tengah. Dan pinggang sampai kepala harus lurus dan tegak. Pandangan ke depan, kedua lutut segaris tegak lurus dengan ibu jari kaki kiri dan kaki kanan.



Pada dasarnya prinsip pelaksanaan sikap kuda-kuda tengah sama dengan melaksanakan kuda-kuda depan. Pada kuda-kuda depan hanya kaki, sedangkan pada kuda-kuda tengah lutut kuda-kudanya segaris tegak harus dengan kedua kaki masing-masing.
        d) Kuda-kuda Samping.
Dari titik 0 kaki kiri menggeser ke samping kiri. Berat badan pada kaki kiri, bahu kanan sejajar/segaris dengan kaki. Kuda-kuda ini banyak dipakai untuk mengelak serangan menghilangkan bidang sasaran sena untuk masuk menyerang lawan memotong langkah lawan.



Kuda-kuda silang.
Kuda-kuda silang dapat dilaksanakan yakni silang depan dan silang belakang. Berat badan dilimpahkan pada satu kaki yang lain ringan sentuhan dengan ibu ujung jari kaki. Di daerah berpasir, ujung jari atau punggung kaki dapat mengambil sikap menyerok. Pada sikap silang deposit kaki yang ringan siap untuk menendang, tetapi lincah berpindah arah untuk menghilangkan serangan. Pada sikap silang belakang kaki yang dipakai tumpuan dapat untuk menyerang. Posisi ini untuk sekali-sekali menipu lawan, kaki yang satunya dapat berubah tempat. Sikap gerak pembelaan/serangan selalu didukung oleh sikap kuda-kuda tertentu, maka latihan sikap kuda-kuda harus ditanamkan benar-benar. Latihan dasar kuda-kuda dilakukan dari sikap tegak 2.
    Kuda-kuda silang depan        Kuda-kuda silang belakang

4) Sikap Jongkok
Sikap jongkok ada dua macam, jongkok dan jengkeng. Sikap jongkok di sini bukan jongkok biasa, tetapi mencangkung pantat duduk pada ujung kedua tumit. Pinggang, punggung, leher dan kepala tegak lurus pandangan mata ke depan. Keseimbangan tetap dijaga dengan baik. Kedua telapak tangan diletakkan di kedua lutut masing-masing tetapi dijaga kewaspadaan dan kesiagaan. Jari-jari kaki dilatih juga otot-otot bahu tungkai bawah dan sendi lutut ditambah sendi bahu. Untuk puteri kedua kaki agak merapat demikian juga sikap jengkeng.



5) Sikap Duduk
Sikap duduk meliputi sikap duduk pada umumnya dan sikap duduk sebagai dasar permainan bawah. Untuk permainan bawah ada 4 (empat) sikap, yaitu : duduk, sila, simpuh, sempok/depok dan trapsila/mengorak sila. Dari sikap awal sikap tegak 2 kemudian duduk, sila atau sempok sila alasnya tegel atau ubin yang dijaga adalah ruas-ruas tulang belakang beristimewa ruas tulang ekor. Terlalu keras ke ubin berbahaya untuk mata. Untuk latihan gerakan sikap duduk tangan kiri atau kanan membantu bila telah lancar tanpa bantuan tangan. Sikap simpuh kedua lutut mendarat simpuh dilakukan seperti sembahyang. Bila jari-jari kaki ditekuk dan tumit menyangga badan.



Kelima sikap tersebut, badan dan kepala tegak, pandangan lurus ke muka, jadi sederhana tetapi tetap gagah dan anggun. Waktu sila kedua kaki melipat ular bergelung siap melakukan belaan atau serangan kaki. Kedua lengan/tangan siap sempok/depok kaki yang di alas, siap membela menyapu, menggunting lawan, menghalau/menjejak perut lawan.

6) Sikap Berbaring.
Sikap berbaring mempunyai fungsi untuk dasar menjatuhkan diri dan sikap pembelaan, seorang pesilat tidak boleh jatuh, tetapi kalau jatuh, apakah jatuhnya terlentang, miring alau telungkup, harus benar-benar jatuhnya tidak apa-apa, masih dalam sikap pembelaan. Pada jatuh telungkup mendarat kedua tangan dulu, jangan muka dulu, hati-hati dari a, otot-otot lengan, tangan harus kuat. Memang ada pesilat yang khas bermain bawah, langsung terlentang atau miring. Dalam hal ini dari al melakukan lipatan kaki, sapuan, tolakan dan serangan batas dan lainnya. Sikap berbaring terdiri dan : Sikap telentang, sikap miring, dan sikap telungkup.

        Sikap berbaring                      Sikap telentang                        Sikap miring

Pada sikap jatuhan telentang angkatlah, misalnya paha 90 derajat, telapak tangan kanan di dari a, tangan kanan lurus agak serong. Lutut kaki kanan dibengkokkan, badan turun pelan-pelan, jatuh telentang pelan-pelan. Hati-hati ruas tulang ekor dan belakang kepala. Tungkai bawah bila paha diangkat dengan sendirinya tergantung lurus dilakukan kiri dan kanan.
Untuk jatuhan sikap miring, dari telentang kaki kanan yang lututnya bengkok pindahkan melalui kaki
kiri, ditekuk lutut kanannya, sedangkan tangan kanan yang di dada pindah ke pangkal paha, kaki kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan .kanan. Tangan kiri tetap menahan, dilakukan kiri dan kanan. Sikap telentang diawali dari sikap tegak 2. Jongkok terus simpuh, kemudian mendaratlah kedua lengan sebatas siku membentuk segitiga. Bertumpuan pada kedua kaki dan kedua tangan sebatas siku. Lutut, perut dan dari jangan mengenai lantai

7) Sikap Khusus.
Sikap khusus yang penting adalah tegak satu kaki. Dalam cerita silat terkenal, dengan nama ayam jantan emas berdiri satu kaki. Elakan burung bangau Nusantara juga disebut panccr atas . Sikap tegak satu kaki ini merupakan dasar melatih keseimbangan yang perlu untuk gerak pembelaan maupun serangan.
1) Sikap khusus antara lain : sikap tegak satu kaki, sikap harimau/merangkak, sikap monyet, sikap naga dan sebagainya.
2) Sikap harimau dimulai dari sikap awal kuda-kuda depan, turun pelan-pelan dibantu dengan kiri.
3) Sikap monyet, gerakannya lucu, tapi penuh serang, bela geser gesit, terampil, serangan tidak diduga.




8) Sikap Pasang
Pengertian sikap pasang adalah suatu siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir dari rangkaian gerak. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur : sikap kuda-kuda, sikap tubuh, sikap lengan dan tangan. Sikap pasang merupakan sikap yang penting dalam penyajian seni dan pertandingan pencak silat olahraga., sebagai berikut :
1) kuda-kuda depan
2) kuda-kuda belakang
3) kuda-kuda silang (depan dan belakang)
4) dan sikap khusus lainnya atau menirukan binatang
5) kuda-kuda samping

a. Sikap Pasang Atas :
Dari berdiri sikap tegak 4, kaki kiri maju dengan menyodorkan lengan tangan kiri ke depan, kembali sikap tegak 4. Kemudian ganti kaki kanan maju, dengan menyodorkan lengan tangan kanan ke depan, kembali sikap tegak 4. Selanjutnya dilaksanakan dengan maju dan mundur pandangan tetap ke depan, dan keseimbangan tempat dijaga.



b. Sikap Pasang Bawah :
Sikap pasang pada pasang bawah (rendah) salah satu lutut bertumpu di lantai. Titik berat badan lebih
rendah, mendekati bidang tumpuan. Beban lebih berat, sedangkan gerakan harus cepat dan lincah. Sikap pasang dengan jongkok atau jengkeng, dimulai dari sikap awal tegak 2.



1. Arah.
Pengertian dan pemahaman mengenai arah sangat diperlukan dalam pembentukan gerak dasar pencak silat.
Arah yang harus dipahami adalah arah delapan penjuru mata angin, dalam pengertian gerak, yaitu :
1) Belakang
2) Serong kiri belakang
3) Samping kiri
4) Serong kiri depan
5) Depan
6) Serong kanan depan
7) Samping kanan
8) Serong kanan belakang dan 0 = titik awal setempat.
Dapat dimulai sebagai latihan dasar kuda-kuda depan, bergerak dari nomor 1 (belakang), kemudian ke nomor 2 arah serong kiri belakang dan seterusnya. Latihan dapat dilakukan berputar menurut arah jarum jam. Selanjutnya dapat dilakukan dengan langkah mundur, karena sifat pencak silat ditekankan pada pembelaan.
2. Cara Melangkah.
Cara melangkah yaitu, cara memindahkan kaki, dapat dilakukan dengan :
1) Angkatan
2) Geseran
3) Putaran
4) Lompatan
5) Loncatan
6) Ingsutan

1) Angkatan,
Angkatan tinggi dan angkatan rendah. Angkatan tinggi : satu kaki diangkat tinggi, paha dasar, letak kaki tersebut pada tempat yang tertentu sesuai dengan arah tujuan.


2) Geseran.
Cara melangkah geseran : satu kaki digeser, ujung jari kaki atau tumit masih menyentuh lantai.
Letakkan kaki tersebut pada tempat tertentu sesuai dengan arah tujuan.


3) Loncatan
Kedua kaki bertolak, disusul oleh kaki lainnya, dalam hal mendarat bisa dua kemungkinan sesuai
dengan kebutuhan yaitu :
a) kedua kaki mendarat, diletakkan bersama ditempat yang sesuai dengan arah tujuan.
b) Satu kaki mendarat disusul kaki yang lain

Perbedaan antara lompatan dan loncatan.
Pada lompatan satu kaki bertolak, sedangkan loncatan kedua kaki bertolak. Perihal mendaratnya sama, satus-satu saling menyusul atau dua-duanya bersama-sama. Bila mendarat satu kaki dapat disusul dengan serangan tendangan. Bila mendarat dua kaki yang menyerang, menangkis, membela dengan lengan tangan atau yang lain tergantung kebutuhan.
4) Ingsutan.
Gerakan ini memerlukan latihan yang sungguh. Permulaan pada waktu latihan dilihat dulu kaki benar
atau tidak cara melakukannya. Selanjutnya dengan kuda-kuda tengah mengingsut mendekati lawan kedua lengan posisi pasangan. Gerakan untuk mendekati lawan secara diam-diam dan pada jarak serangan pukulan atau tendangan.
Geseran dilakukan dengan menggeser telapak kaki tanpa diangkat dari lantai, dengan gerakan tumit, telapak kaki ke luar dan ke dalam. Dapat pula dilakukan dengan gerakan tumit, telapak kaki sejajar atau searah. Perlu diperhatikan panggul jangan bergoyang, betul-betul hanya kedua telapak kaki, kedua lutut (bengkok).


Contoh Gerakan Padanan Tangkisan

                      Tangkisan Dalam dengan pukulan tinju dan sodok


        Tangkisan Atas dan Bawah dengan pukulan bandul dan pedang

   Tangkis Belah Belah-Tinju Rangkap            Tangkis belah bawah-tebak

     Tangkis Silang Tinggi-kecok            Tangkis Silang Rendah-Bandul Bawah

Khusus untuk pertandingan teknik-teknik serangan dilatih pada sasaran yang
diperkenankan. Jadi kita harus membedakan teknik-teknik untuk olahraga pertandingan dan untuk bela diri.

1. SERANGAN
Setelah kita mengetahui, memahami dan melakukan sikap dan gerak dasar pencak silat, serta pembelaan dasar selanjutnya dapat dikembangkan bentuk-bentuk serangan.Pengertian serangan adalah usaha pembelaan diri dengan menggunakan lengan/tangan atau tungkai/kaki untuk mengenai sasaran tertentu pada tubuh lawan.
Pelajaran berbagai jenis dan bentuk serangan yang diberikan di sekolah, sebenarnya merupakan media untuk
penerapan teknik pembelaan diri yang terbatas pada pengertian pencak silat sebagai olahraga. Serangan hendaknya
dipandang sebagai alat dalam kontak yang berkaitan dan terpadu dalam pembelaan diri. Serangan dapat dibagi jenisnya
berdasarkan alat yang digunakan untuk melakukan serangan, yaitu :
A. Serangan lengan/tangan yang lazim disebut pukulan.
B. Serangan tungkai/kaki yang lazim disebut tendangan.
Terdapat pula teknik serangan dengan menggunakan bagian dari lengan atau tungkai, yaitu: sikuan, lututan, sapuan,
kaitan, dan guntingan.
Setiap serangan mempunyai unsur:
             Sikap tantan/kaki sebagai alat serang
             Sikap kuda-kuda
             Sikap tubuh
2. SERANGAN LENGAN
Serangan lengan dibagi menjadi :
            a. Serangan tangan
            b. Serangan siku
Serangan tangan dibagi berdasarkan serangan melalui lintasan:
1) Depan
2) Bawah
3) Atas
4) Samping
Serangan lengan/tangan biasanya disertai dengan sikap kuda-kuda depan dengan melangkah ke depan atau serong
kiri/kanan. Bergantian kiri atau kanan, berdasarkan arah 8 (delapan) penjuru mata angin.
a. Melalui depan, antara lain:

            Tebak                        Bandul                            Sodok                          Dorong


            Tinju                        Colok

b. Melalui bawah, antara lain:

             Colok/Tusuk                             Bandul                                   Sanggah

 Serangan tangan melalui bawah
c. Melalui atas, antara lain:

Podang

 Serangan tangan melalui atas
Perhatikan serangan tangan melalui atas, mengenai bentuk tangannya, sasaran mana yang dikenakan, serta ingat lintasan dari atas, Titik awal serangan kira-kira dari depan telinga. Serangan tangan kanan, titik awal serangan dari telinga kanan.
d. Melalui Samping, antara lain:
             Pedang, sisi telapak tangan
             Tampar, telapak tangan
             Bandul, dari samping
             Kopret, pungsung tangan

                Bandul                                  Tampar

3. SERANGAN SIKU
Serangan dengan siku jarak antara kita dengan lawan dekat. Serangan dengan menggunakan siku dapat dilakukan
dengan arah serangan ke:
 Depan
 Sorong
 Samping
 Atas
 Bawah
 Belakang

            Siku atas                                Siku bawah                            Siku tengah

                Siku belakang                        Siku depan

Pada tendangan tidak berbeda dengan serangan lengan/tangan, dimana terdapat bermacam-macam penggunaan
variasi bagian kaki :
1. Punggung kaki
2. Tumit kaki
3. Telapak kaki
4. Sisi kaki
5. Ujung kaki
6. Pergetangan kaki
Kesemuanya itu tergantung pada sikap pasang dan gerak gerik lawan. Sikap kita sendiripun janganlah diabaikan
begitu saja dalam melancarkan serangan. Jelaslah tidak bebas 100% dalam melakukan serangan sekalipun kemauan kita
itu tidak ada yang meningkat. Setelah mengetahui bahwa untuk melancarkan serangan atau serangan lutut, paha harus
di angkat sampai mendatar +- 90 derajat. Bila telah mendatar barulah kita memberi bentuk dan lintasan yang dihendaki
sesuai dengan posisi lawan dan yang paling penting posisi kita sendiri.
a. Serangan Kaki
Secara umum serangan kaki disebut tendangan. Pada waktu melaksanakan atau badan dan lintasan gerakan
dapat melalui:
 Depan
 Belakang
 Samping
 Busur
Sangat penting memahami sikap kuda-kuda sebagai awalan untuk melakukan teknik tendangan sikap
tangan. Setiap tendangan mempunyai koordinasi bentuk tertentu. Latihanlah sikap dasar k warning up/pemanasan yang cukup agar tidak cedera otot dan sendi kaki. Otot otot kaki dipers otot yang panjang. Sendi paha, sendi lutut dan sendi kaki yang rumit perlu diperhatikan juga.

Sikap dasar kuda-kuda untuk menendang

 
     Awalan tendangan            Tendangan                   Tendangan samping

b. Serangan Lutut
Seperti halnya dengan serangan siku, maka lututpun dapat dipakai untuk menyerang. Mendongkul perut posisi dari bawah keatas. Pada posisi miring pinggangnya dapat diserang dengan dengkul/lutut yang posisinya menyamping, kira-kira seperti pelari gawang. Serangan lutut dapat dilakukan dengan melalui bawah dan atas.

    
        Lutut bawah        Tendangan busur belakang

Komentar

Posting Komentar